🌥️ Cerita Dongeng Ikan Mas

Ceritarakyat Jawa, Keong mas. Cerita rakyat riau,bawang merah dan bawang putih. Aug. 2. Dongeng Ikan Emas Ajaib . Pada zaman dahulu kala, di sebuah pulau bernama Buyan, tinggalah sepasang kakek dan nenek yang sangat miskin. Mata pencaharian si kakek adalah mencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek pergi menjala ikan, namun hasil BeliDongeng Ikan Online harga murah terbaru 2022 daerah Dki Jakarta di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%. CERITARAKYAT AMP LEGENDA. TIMUN MAS WIKIPEDIA BAHASA INDONESIA ENSIKLOPEDIA BEBAS. NGANCATI NET. 101 KUMPULAN 1 / 6. Bentan · Dongeng Ikan Lebai Suka Kenduri · Dongeng Hantu Laut Datuk Jerampang · Dongeng Ketam Buan dan Ugui' 5 / 6 'NGANCATI NET MAY 5TH, 2018 - KUMPULAN CERITA CERITA LUCU CERITA DongengAnak: Kancil dan Para Buaya, Ketahui Pelajaran dari Cerita Ini. Meski cerdik, tidak untuk menipu orang lain ya! Untuk mengisi waktu luang disaat pandemi ini, bacakan anak dongeng yuk, Ma! Saat orangtua membacakan dongeng untuk anak, secara tidak langsung orangtua sedang memperkenalkan budaya membaca pada anak. Diindonesia setiap daerah selalu ada sebuah cerita rakyat, yang merupakan cerita yang berasal dari daerah atau karangan seseorang pada jaman dahulu. Ikan hiu adalah sekelompok (superordo selachimorpha) ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang dengan menggunakan lima liang. 7 Cerita Rakyat Indonesia untuk Dibaca Saat Hari Anak Nasional Mulai Ceritadongeng putri duyung malaysia, cerita dongeng putri salju, cerita dongeng putri duyung malaysia, cerita dongeng, cerita dongeng anak, cerita dongeng anak anak, cerita dongeng bergambar, cerita dongeng cinderella, cerita dongeng si kancil, cerita dongeng yg pendek, cerita dongeng sang buaya, cerita dongeng anak bergambar, cerita dongeng dunia, cerita dongeng fabel, cerita dongeng movie HakunaMatata: Dongeng Awal Kisah Legendaris Masa Kecil via Bawang Putih Dan Bawang Merah Musica Movil via www.musicamoviles.com Cerita Bunga Yang Sombong Doovi via www.doovi.com KambingDan Ikan Mas 17. Serigala dan kambing kecil 18. PetakaTanduk Rusa 19. Usul Sang Landak 20. Siasat Kepiting 21. Kera Jadi Raja 22. Kancil dan Harimau Buku cerita anak murah bergambar - dongeng Ikan Hiu & Lumba Lumba. Rp 4.900. Cashback. Kota Semarang DUTA BUKU PELAJARAN UMUM Contohcerita hewan atau fabel sangatlah banyak, baik cerita fabel dari Indonesia maupun dri belahan dunia lainnya. Berikut kami sajikan 30 cerita fabel yang seru dan penuh makna. 1. Si Bangau dan Si Parto | Balas Budi Si Burung Bangau. Oneday an old woman were fishing with nets, and the Keong Mas transported. The Keong Mas be brought home and placed in jars. The next day the old woman fishing at sea again but not anything obtained. But when she arrived she was shocked because in her home already available cooking nice meals. The grandmother wondering who sent her this HalamanUnduh untuk Stader Launch Details Revealed. We Know That You Are Eagerly Awaiting | By Stader Labs | Medium, klik untuk mengunduh koleksi gambar-gambar lain yang terdapat di kibrispdr.org Seekorrubah yang tadinya ikut lari bersama dengan binatang lainnya, menjadi terhenti ketika mendengar suara itu. Perlahan-lahan dia mendekati keledai itu dan menyadari bahwa yang menakut-nakuti seluruh binatang yang lewat di tempat itu hanyalah seekor keledai yang memakai kulit singa. Rubah itu kemudian berkata sambil tertawa: Ng2HmgJ. Apakah kamu masih ingat cerita rakyat yang pernah kamu baca sewaktu kecil? Mungkin salah satunya adalah cerita rakyat Bawang Merah, Bawang Putih, dan ikan mas yang kisahnya sangat menarik ini. Kalau ingin bernostalgia, kamu bisa membaca ulang kisahnya di hidup di dunia, kamu tentu bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk. Keduanya bisa kamu pelajari dari berbagai hal entah itu contoh kehidupan nyata sehari-hari atau dituangkan dalam sebuah cerita. Salah satunya dari cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih cerita rakyat Timun Mas, Bawang Merah dan Bawang Putih adalah salah satu kisah populer yang berasal dari Jawa Tengah. Dongeng Bawang Merah Bawang Putih tidak hanya ditulis dalam kisah bergambar, tapi juga pernah dibuat sinetron, lho. Maka dari itu, kalau kamu penasaran atau ingin membaca ulang kisahnya, bisa langsung menyimaknya di bawah berbagai versi yang beredar tentang cerita rakyat Bawang Merah Bawang Putih ini. Hal tersebut dikarenakan cerita rakyat biasanya tersebar secara lisan sehingga ada beberapa detail yang mungkin akan berbeda. Tapi, kamu nggak usah bingung karena secara keseluruhan inti ceritanya sama saja. Nah, salah satu versinya bisa kamu baca pada artikel berikut kamu semakin penasaran dan tidak sabar untuk segera membacanya? Kalau begitu, nggak perlu panjang lebar lagi. Langsung disimak, yuk! Selamat membaca dan temukan pesan moral dalam cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Awal Mula Penderitaan Bawang Putih Pada zaman dahulu, ada sebuah keluarga yang hidup dengan bahagia dan harmonis. Keluarga tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik yang bernama Bawang Putih. Anak itu tidak hanya mempunyai wajah yang cantik, tapi perangainya pun baik. Setiap hari, dia membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Hingga pada suatu hari, ibu Bawang Putih menderita sakit dan akhirnya meninggal dunia. Tak berapa lama, ayahnya kemudian menikah lagi dengan seorang janda yang mempunyai anak seumuran dengan Bawang Putih, namanya Bawang Merah. Pada awalnya, Bawang Putih merasa senang karena mempunyai seorang saudara. Akan tetapi, hal tersebut malah menjadi awal penderitaan yang dialaminya. Sifat Bawang Merah berbeda jauh dengan Bawang Putih. Merah adalah anak perempuan yang pemalas, iri hati, dan sombong. Apalagi setelah ayahnya meninggal dunia, semakin menjadi-jadilah ulah ibu dan saudara tirinya itu. Kedua orang jahat itu mulai menguasai seluruh peninggalan orangtua Putih. Tak hanya itu saja, keduanya juga memperlakukan Putih layaknya pembantu dengan menyuruhnya untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Mulai dari memasak, mencuci baju, mencuci piring, membersihkan taman, dan lain-lain yang semua dikerjakan oleh Putih sendirian. Meskipun menderita, Putih berusaha tegar dan ikhlas dalam menghadapi semuanya. Mau bagaimana lagi, dia sudah tidak mempunyai siapa-siapa di dunia ini. Dia juga tak lupa berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa agar tetap kuat untuk menghadapi cobaan hidupnya. Bertemu dengan Ikan Mas Ajaib Pada suatu hari, ibu tirinya menyuruh Bawang Putih untuk mencuci baju di sungai. Ketika sedang melakukan pekerjaannya, dia tidak sengaja menyenggol wadah pakaian yang telah dicucinya sehingga jatuh dan hanyut ke sungai. Beberapa helai pakaian berhasil diambilnya, tapi ada satu baju milik Bawang Merah yang tidak berhasil diambilnya karena hanyut ke aliran sungai yang begitu deras. Putih merasa begitu gelisah dan ketakutan karena saudara tirinya itu pasti akan sangat marah. Dia hanya bisa duduk sambil menangis tersedu di pinggir sungai berharap baju tersebut akan kembali. Di tengah rasa putus asanya, datanglah seekor ikan mas yang mendekati. Ikan mas tersebut bukanlah sembarang ikan, pasalnya dia bisa berbicara layaknya manusia. “Apa yang sedang kamu lakukan di sini, Putih? Kenapa kamu menangis?” tanya ikan tersebut. Awalnya, Putih mengira ada orang lain yang mengajaknya berbicara. Namun, setelah dicari-cari lagi, ternyata ikan mas yang berada di dekatnyalah yang mengajaknya berbicara. Dengan terbata-bata, gadis itu menceritakan semuanya dan bertanya apakah ikan mas melihat bajunya yang hanyut. Tanpa menjawab, ikan tersebut pergi. Tak lama kemudian, dia kembali lagi sambil membawa baju yang hanyut tadi. Dengan perasaan bahagia, diterimanya baju itu kembali dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada ikan mas ajaib yang telah membantunya. Sebelum Bawang Putih bergegas pergi, ikan mas berkata padanya untuk pergi menemuinya jika dia mengalami kesulitan. Putih pun merasa bahagia karena setidaknya ada yang peduli padanya dan dia menjadi merasa tidak sendirian lagi. Sesampainya di rumah, dia tetap dimarahi oleh ibunya karena menghabiskan waktu terlalu lama di sungai. Mendapatkan perlakuan seperti itu, lagi-lagi dia hanya bisa bersabar. Baca juga Kumpulan Kata-Kata Pantun Cinta Romantis untuk Pacar, Gebetan, dan Mantan Ikan Mas Ditangkap Keesokan harinya, ibu tiri yang jahat itu menyuruh Bawang Merah untuk belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar. Namun, ibu tirinya hanya memberikan uang yang begitu sedikit, padahal belanjaan yang harus dibeli begitu banyak. Putih yang sedang kebingungan kemudian pergi ke sungai untuk menceritakan hal tersebut kepada sahabatnya, ikan mas. “Tenanglah sahabatku, kamu jangan bersedih karena aku akan membantumu,” ujar ikan mas kepada Putih. Tak lama kemudian, ikan ajaib itu menggosok-gosokkan badannya ke tangan Putih sehingga beberapa sisiknya terlepas. Ajaibnya, sisik tersebut berubah menjadi kepingan emas. Ikan mas berkata kepada Putih agar mempergunakan kepingan emas itu untuk membeli keperluan rumah. Putih pun merasa sangat lega. Sebelum berangkat ke pasar, tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang telah membantunya itu. Tak disangka-sangka ternyata sedari awal Bawang Merah dan ibunya diam-diam mengikuti Putih. Mereka pun menyaksikan tindakan ajaib ikan mas yang membantu Putih. Merasa tak rela Putih mendapatkan sedikit kebahagiaan, keduanya lalu menangkap ikan mas tersebut dan membawanya pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, kedua orang jahat itu membunuh ikan mas tersebut lalu menggorengnya. Tumbuhnya Pohon Mas Ajaib Setibanya di rumah, Bawang Putih disambut baik oleh ibu dan saudara tirinya itu. Dia merasa heran dengan sikap keduanya yang mendadak baik. Kedua orang tersebut menyuruhnya untuk istirahat dan sudah menyiapkan lauk untuk dimakan, yaitu berupa ikan goreng. Putih yang tidak tahu apa-apa lalu memakannya dengan lahap. Dia berpikiran mungkin ibu dan saudara tirinya mulai menyadari perbuatan jahatnya selama ini. Tak berapa lama, ikan yang rasanya lezat itu sudah habis disantapnya. Ketika sedang membereskan bekas piringnya, Bawang Merah menghampirinya lalu bahwa ikan yang dimakan itu adalah si ikan sahabatnya. Mendengar pengakuan dari saudara tirinya itu, Bawang Putih kemudian menjadi sangat sedih dan merasa bersalah karena telah memakan sahabatnya sendiri. Dia kemudian memutuskan untuk menguburkan kerangka ikan mas di halaman rumahnya. Keesokan harinya, terkejutlah Bawang Putih saat menemukan kejadian yang aneh di halaman rumahnya. Hal ini dikarenakan pada kuburan ikan mas tersebut tumbuh sebuah pohon yang bertangkai perak dan berdaun emas. Dia pun berjanji untuk merawat pohon itu seperti dia menyayangi ikan mas. Baca juga Uji Nyalimu dengan Membaca Cerita Hantu Paling Seram Ini, Kamu Berani? Titik Balik Kehidupan Bawang Putih Hingga pada suatu hari, ada seorang pangeran yang datang ke desanya. Pangeran tersebut sedang mencari sebuah pohon emas untuk mengobati ayahnya yang sedang menderita sakit keras. Saat sedang berjalan-jalan, dia lalu melihat tanaman yang dicarinya di pekarangan rumah Bawang Merah dan Bawang Putih. Kebetulan, Bawang Merah hendak pergi ke luar sehingga bertemu dengan pangeran. Pangeran tersebut lalu bertanya apakah dia yang menanam pohon itu. Dengan mantap dan percaya diri, dia mengaku memang dialah yang menanamnya. Pangeran itu kemudian mengadakan sebuah sayembara. Dia pun berkata, “Barangsiapa dapat mencabut pohon tersebut jika perempuan akan dijadikan istri, sedangkan jika laki-laki akan diangkat sebagai saudara.” Mendengar hal tersebut, Bawang Merah tentu yakin akan bisa mencabut pohon ajaib itu. Namun pada kenyataannya, gadis jahat itu tak bisa melakukannya. Tak hanya Bawang Merah, beberapa orang lain yang mencoba untuk mencabut pun tidak bisa. Tak lama kemudian, Bawang Putih muncul dan bertanya, “Pangeran, apakah aku diperkenankan untuk mencoba mencabut pohon ini?” Tentu saja pangeran memperbolehkannya. Tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga, Bawang Putih pun berhasil mencabut pohon ajaib itu. Sesuai dengan janjinya, Pangeran kemudian menikahi Bawang Putih dan mengajaknya untuk hidup di istana. Mereka berdua menjalani pernikahan dengan bahagia. Sementara itu, Bawang Merah dan ibu tirinya tetap tinggal di rumahnya dengan hati yang masih dipenuhi kedengkian. Baca juga Contoh Cerpen Singkat untuk Renungan Hidup Pesan Moral yang Dapat Diambil dari Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih dan Ikan Emas Ajaib Apakah kamu sudah puas membaca cerita rakyat Bawang Merah, Bawang Putih, dan ikan mas di atas? Seru kan, ceritanya? Jadi membuatmu bernostalgia ke masa kecil, kan? Selain seru untuk dibaca, kisah tersebut juga mempunyai pesan moral yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah untuk tidak berhenti berbuat baik meskipun orang lain jahat atau tidak menyukaimu. Ingatlah selalu bahwa setiap perbuatan akan ada ganjarannya. Kalau kamu selalu melakukan hal-hal yang baik, maka kamu akan mendapatkan balasan yang baik pula. Nah, kamu tak hanya bisa membaca cerita rakyat Bawang Merah, Bawang Putih, dan ikan mas ajaib saja, lho. Masih ada banyak artikel menarik di KepoGaul yang menarik untuk kamu baca. Mau tahu apa saja? Ada informasi seputar seleb, tokoh, wisata, hingga kuliner pun ada. Lengkap banget, kan? Makanya, baca terus biar kamu makin gaul. PenulisErrisha RestyErrisha Resty, lebih suka dipanggil pakai nama depan daripada nama tengah. Lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang lebih minat nulis daripada ngajar. Suka nonton drama Korea dan mendengarkan BTSpop 24/7. EditorKhonita FitriSeorang penulis dan editor lulusan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari berbagai bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip hidup "When there is a will, there's a way" untuk menikmati "hidangan" yang disuguhkan kehidupan ini juga menyukai musik instrumental, buku, genre thriller, dan misteri. Cerita dongeng untuk anak yang akan kami ceritakan hari ini memiliki pesan moral yang sangat baik. Sisipkan pesan moral yang bisa di petik saat mendongengkan cerita ini untuk si kecil malam nanti. Selain cerita dongeng pendek ini masih banyak kisah lain yang menarik salah satunya adalah cerita dongeng putri yang telah kami posting sebelumnya. Selamat membaca. Tiga ekor ikan mas yang saling bersahabat, tinggal di sebuah danau besar. Mereka selalu bersama-sama, mulai dari bermain sampai mencari makan. Ketiga ikan mas itu mempunyai sifat yang sangat berbeda. Ikan mas yang pertama, sangat cerdas. Ia selalu menggunakan otaknya untuk berpikir. Ikan mas kedua, hanya menggunakan otaknya jika sedang ada masalah. Sedangkan ikan mas ketiga, tak pernah mau menggunakan otaknya untuk berpikir. Kisah Tiga Ikan Mas Pagi ini, tiga ikan mas itu bersama-sama mencari makanan di tepian danau. Di sana ada banyak serangga, makanan kesukaan mereka. Tiba-tiba, datang dua anak laki-laki yang hendak bermain di tepi danau. Mereka pun melihat ketiga ikan mas itu. “Wah, ada ikan mas. Hmm, sepertinya akan lezat jika menjadi lauk,” seru salah satu anak. “Benar. Ayo, kita ambil jaring untuk menangkap ikan-ikan itu!” sahut anak yang lain. Kedua anak laki-laki itu pun berlari pulang. Mereka mengambil jaring untuk menangkap ikan. Sementara itu, ketiga ikan mas mulai panik. Mereka bingung harus melakukan apa. Ikan mas pertama yang biasa berpikir, langsung berenang menjauhi tepian danau. Ia kembali ke tengah danau. Sekarang, tinggal dua ekor ikan mas yang masih di tepian danau. Tak selang berapa lama, kedua anak laki-laki itu kembali. Salah seorang anak laki-laki terlihat membawa jaring di tangannya. Ia sudah bersiap menangkap ikan mas. “Loh kok ikan mas nya hanya tinggal dua? Bukannya tadi ada tiga?” Ucap salah satu anak laki-laki. Dia heran karena ikan mas nya hanya tinggal dua. Namun anak laki-laki lain tidak perduli. Toh masih ada dua ikan mas yang bisa mereka tangkap. Ikan kedua yang hanya mau berpikir ketika saat ada masalah, langsung berpura-pura mati. Ia berpikir, jika berpura-pura mati, pasti kedua anak itu tidak akan menangkapnya. Benar saja, ikan mas kedua tidak di jaring oleh kedua anak laki-laki itu. Sementara ikan mas ketiga yang selalu malas berpikir dan berusaha, semakin bingung dan panik. Dia mencoba berenang menjauh namun terlambat, jaring terlebih dahulu menangkap tubuhnya. Kedua anak laki-laki itu pun berlari pulang dengan membawa ikan mas ketiga. Mereka sangat senang karena mendapat ikan mas sebagai lauk makan mereka. Sedangkan ikan mas pertama dan ikan mas kedua berhasil selamat. Karena mereka mau berpikir dan berusaha. Pesan moral yang dapat diambil dari Cerita Dongeng Untuk Anak Kisah Tiga Ikan Mas adalah gunakan lah akal pikiran kita untuk memecahkan berbagai masalah yang kita hadapi. Biasakan lah untuk itu agar saat menghadapi masalah besar kita dengan mudah melewatinya. Dan ingat untuk selalu berusaha terbaik dan berdoa. Baca juga cerita dongeng bergambar terbaik lainnya seperti dongeng anak anak bahasa Indonesia, atau video yang pernah kami buat sebelumnya yaitu cerita dongeng putri tidur dan 3 peri Navigasi pos dongeng legenda ikan mas pengabul permintaan Jaman dahulu kala tinggalah sepasang kakek dan nenek yang sangat miskin. Mata pencaharian si kakek adalah sebagai pencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek pergi menjala ikan, namun hasil yang didapatkannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Suatu hari ketika si kakek sedang menjala ikan, tiba-tiba dia merasa jalanya sangat berat. Seperti ada ikan raksasa yang terperangkap didalamnya. “Ah, pasti ikan yang sangat besar.” Pikir si kakek senang Dengan sekuat tenaga si kakek menarik jalanya. Namun ternyata tidak ada ikan besar yang tertangkap, melainkan hanya ikan kecil yang tersangkut. Rupanya ikan kecil itu bukan ikan biasa, badannya berkilauan seperti emas dan bisa berbicara seperti layaknya manusia. “Kakek, tolong lepaskan aku. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu.” Kata si ikan emas. Si kakek berpikir sejenak, lalu berkata.” Aku tidak memerlukan apapun darimu, aku akan melepaskanmu pergilah!” Kakek melepaskan ikan emas itu kembali ke laut, lalu diapun kembali pulang. Sesampainya di rumah, nenek menanyakan hasil tangkapan si kakek. “Hari ini aku hanya mendapatkan satu ekor ikan emas, dan itupun sudah aku lepas kembali. Aku yakin itu adalah ikan ajaib, karena dia bisa berbicara. Katanya dia akan memberiku imbalan jika mau melepaskannya.” Cerita si kakek. “Lalu apa yang kau minta.” Tanya si nenek “Tidak ada.” Oh, alangkah bodohnya!” Seru nenek.” Setidaknya kau bisa meminta roti untuk kita makan. Pergilah dan minta padanya!” Maka dengan segan si kakek kembali ke tepi pantai dan berseru.” Wahai ikan emas ajaib, datanglah kemari. Kabulkan permintaan kami.” Tiba-tiba si ikan emas muncul di permukaan laut.” Apa yang kau inginkan kek? Katanya. “Istriku marah padaku, berikan aku roti untuk makan malam, maka dia akan memaafkanku.” Pinta si kakek. “Pulanglah! Aku telah mengirimkan roti yang banyak ke rumahmu.” Jawab ikan emas ajaib. Maka pulanglah si kakek dengan senang hati. Setibanya di rumah, didapatinya meja makan telah penuh dengan roti. Namun ternyata istrinya masih tampak marah kepadanya.” Kita telah punya banyak roti, tapi meja makan kita telah reot. Pergilah ke laut dan minta agar ikan sakti itu memberikan kita rumah yang baru beserta isinya.” Terpaksa si kakek kembali kelaut.” Wahai ikan emas sakti, datanglah kemari. Kabulkan permintaan kami.” “Ups.” Ikan emas muncul.” Apalagi yang kau inginkan kakek.” “Istriku menyuruhku memintamu agar memberikan kami rumah baru beserta isinya, karena rumah kami sudah reot istriku tidak mau tinggal disana.” “Tenanglah kek! Pulanglah! Keinginanmu sudah aku kabulkan.” Kakek pun pulang. Sesampainya di rumah, dilihatnya bahwa rumahnya telah berubah menjadi baru. Rumah yang indah terbuat dari kayu yang kuat. dan di depan pintu rumah itu, nenek sedang menunggunya dengan wajah tampak lebih marah dari sebelumnya.” Dasar kakek bodoh! jangan kira aku merasa puas hanya dengan membuatkanku rumah baru ini. Pergilah kembali, dan mintalah pada ikan emas itu bahwa aku tidak mau menjadi istri nelayan. Aku ingin menjadi nyonya bangsawan. sehingga orang lain akan menuruti keinginanku dan menghormatiku!” Untuk kesekian kalinya si kakek kembali ke tepi laut dan berseru.” Wahai ikan emas ajaib, datanglah kemari. Kabulkan permintaan kami.” Dalam sekejap ikan emas ajaib itu muncul di hadapan si kakek.” Apa yang engkau inginkan lagi kakek?” “Istriku tidak bisa membuatku tenang. Dia bahkan semakin marah. Katanya dia sudah lelah menjadi istri nelayan dan ingin menjadi nyonya bangsawan.” Pinta si kakek. “Baiklah. Pulanglah! Keinginanmu sudah aku kabulkan.” Kata si ikan emas ajaib. Alangkah terkejutnya si kakek kaetika kembali ternyata rumahnya telah berubah menjadi sebuah rumah yang megah. Terbuat dari batu yang kokoh, tiga lantai tingginya, dengan banyak sekali pelayan di dalamnya. Si kakek melihat istrinya sedang duduk di sebuah kursi tinggi sibuk memberi perintah kepada para nelayan. “Halo istriku.” Sapa sang kakek. “Betapa tidak sopannya.” Bentak si nenek.” Berani sekali kau mengaku sebagai suamiku. Pelayan bawa dia ke gudang dan beri dia 40 cambukan!” Segera saja beberapa pelayan menyeret si kakek ke gudang dan mencambuknya sampai si kakek hampir tidak bisa berdiri. Hari berikutnya istrinya memerintahkan si kakek untuk bekerja sebagai tukang kebun. Tugasnya adalah menyapu halaman dan merawat kebun. “Dasar perempuan jahat!” Pikir si kakek. “Aku sudah memberikan dia keberuntungan tapi malah tidak mau mengakuiku sebagai suaminya.” Lama kelamaan si nenek bosan menjadi nyonya bangsawan, maka dia kembali memanggil si kakek.” Hai lelaki tua, pergilah kembali kepada ikan emasmu dan katakan padanya aku tidak mau lagi menjadi nyonya bangsawan, aku mau menjadi ratu.” Maka kembalilah si kakek ke tepi laut dan berseru. ” Wahai ikan emas ajaib, datanglah kemari. Kabulkan lah keinginan kami.” Dalam sekejap ikan emas ajaib muncul di hadapan si kakek.” Apa engkau inginkan lagi kakek.” “Istriku semakin keterlalulan. Dia tidak ingin menjadi nyonya bangsawan, tapi ingin menjadi ratu.” “Baiklah, pulanglah! Keinginanmu sudah dikabulkan!” Kata ikan emas. Sesampainya si kakek di tempat dulu rumahnya berdiri, kini tampak olehnya sebuah istana beratap emas dengan para penjaga berlalu lalang. Istrinya yang kini berpakaian layaknya seorang ratu berdiri di balkon dikelilingi para jenderal dan gubernur. Dan jika dia mengangkat tangannya, bedug akan berbunyi diiringi musik dan para tentara akan bersorak sorai. Setelah sekian lama, si nenek kembali bosan menjadi seorang ratu. Maka dia memerintahkan para jenderal untuk menemukan si kakek dan membawa ke hadapannya. Seluruh istana sibuk mencari si kakek. Akhirnya mereka menemukan kakek di kebun dan membawanya menghadap ratu. “Dengar lelaki tua! Kau harus pergi menemui ikan emasmu! Katakan padanya bahwa aku tidak mau lagi menjadi ratu. Aku mau menjadi dewi laut sehingga semua laut dan ikan-ikan diseluruh dunia menuruti perintahku.” Si kakek terkejut mendengar permintaan istrinya, dia mencoba menolaknya. Tapi apa daya, si nenek mengancam akan membunuhnya, maka dengan terpaksa dia kembali ke tepi laut dan berseru. ” Wahai ikan emas ajaib, datanglah kemari. Kabulkan lah keinginan kami.” Kali ini ikan emas tidak langsung muncul. Kakek mencoba memanggil kembali, namun ikan emas tetap tidak terlihat. Pada saat si kakek memanggil untuk yang ketiga kalinya, tiba-tiba laut mulai bergolak dan bergemuruh. Saat ombak mulai mereda muncullah ikan emas.” Apa yang kau inginkan lagi kakek.” “Istriku telah benar-benar menjadi gila.” kata si kakek.” Dia tidak mau lagi menjadi ratu tetapi ingin menjadi dewi laut yang bisa mengatur lautan dan memerintah semua ikan.” Si ikan emas terdiam dan tanpa mengatakan apa pun dia kembali menghilang ke dalam laut. Si kakek pun kembali pulang. dia hampir tidak percaya pada penglihatannya ketika menyadari bahwa istana yang megah dan semua isinya telah hilang. Kini di tempat itu, berdiri sebuah gubuk reot yang dulu pernah ditinggalinya. Dan didalamnya duduklah si nenek dengan pakaiannya yang compang-camping. Mereka kembali hidup seperti dulu. Kakek kembali menjadi nelayan dengan penghasilan yang pas-pasan. Pesan moral dari Dongeng Legenda Hewan Ikan Mas Pengabul Permintaan adalah 1. Kita hendaknya jangan serakah, dan tidak melupakan masa lalu pesan untuk si nenek 2. Kita harus berani mengambil sikap menegakkan kebenaran pesan untuk si kakek

cerita dongeng ikan mas