❄️ Cara Membuat Aplikasi Kamera Android Studio
Belikoleksi Membuat Aplikasi Android Android Studio online lengkap edisi & harga terbaru March 2022 di Tokopedia! ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Kurir Instan ∙ Bebas Ongkir ∙ Cicilan 0%.
CaraMembuat Kamera Android Menjadi iPhone. Cara membuat indikator titik dot hijau dan orange seperti iPhone di bilah status Android Cara Membuat Indikator Dot Seperti iPhone di Android Internet Mobile. Download terlebih dahulu aplikasi Kamera untuk iPhone 12. Memakai Aplikasi Kamera iPhone Gratis. Lakukan perubahan settingan kamera agar.
Namun jika android kamu tidak memiliki mode manual, jangan merasa khawatir. kamu bisa menggunakan aplikasi kamera pihak ketiga yang bisa kamu download di playstore. Salah satu aplikasinya yaitu Camera FV-5 Lite dengan aplikasi ini kamu dapat membuat kamera android seperti DSLR serta cara menggunakannya. Membuat Kamera Android Seperti DSLR
Caramenyambungkan ponsel android ke komputer. Buka aplikasi obs open broadcaster software. Pada artikel kali ini jaka bakal mengulas bagaimana cara menggunakan aplikasi untuk record game yang bernama obs studio yang paling umum digunakan saat ini. Nah itulah tahapan cara membuat koneksi perangkat android ke laptop pc dengan kabel usb pada
Penjelasan Untuk menambahkan fungsi scanner pada ZXing Anda harus menggunakan ZXingScannerView.ResultHandler dimana, callback ini berfungsi untuk menerima deteksi otomatis dari hasil scanner si
Caramembuat studio foto anda sendiri; Bagaimana untuk menggunakan kamera iPhone dan Android untuk menembak produk; Cara mudah untuk menangkap butiran rapat; Kamera FV-5 Untuk Telefon Android (Percuma) Aplikasi kamera ini menawarkan fungsi kawalan manual mudah seperti slider pendedahan, serta tetapan auto hebat jika anda tidak pasti
Baca: Cara Membuat Project Baru di Android Studio Langsung saja untuk membuat aplikasi kamera silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini: Langkah 1 : Tambah izin menggunakan camera di AndroidManifest.xml Langkah 2 : Edit berikut.
Downloadandroid studio versi terbaru. Apa yang membedakan antara android studio dengan eclipse ?, android studio menggunakan gradle untuk memanajemen project. Android studio mempermudah pembuatan aplikasi android untuk beragam faktor bentuk, seperti handset, tablet, tv, dan perangkat wear. Cara Membuat Aplikasi Android Sendiri Tanpa Coding.
Inilahcara Anda menambahkan support untuk Android: 1 ionic platform add android Anda juga harus secara manual mengarahkan Ionic 2 ke lokasi di mana Anda menginstal Android SDK. Jika Anda menggunakan Mac atau Linux, gunakan perintah export untuk melakukannya. 1 export ANDROID_HOME=~/Android/Sdk/ Advertisement 4. Pasang Plugin Ionic
Kaliini saya akan membahas cara meningkatkan kualitas kamera androi. Sebelum ke pembahasan . Anda perlu tau jenis dan perbedaan kamera makro dan mikro. Kamera mikro adalah jenis kamera ponsel yg spesifikasi kameranya yg minim yang hanya di lengkapi dengan sedikit fitur saja
Pertamatama, download iVcam. Install, lalu jalankan aplikasi iVCam di HP dan PC. Hubungkan laptop/PC dan HPmu dalam jaringan Wi-Fi yang sama. Pilih perangkat HP-mu lewat software iVCam di PC. HP-mu sudah berhasil terdeteksi sebagai webcam PC dan bisa digunakan untuk Zoom, Google Meet, maupun aplikasi yang membutuhkan webcam lainnya.
Berikutiini 5 aplikasi kamera tembus pandang untuk android. Anda dapat mendownload nya melalui Google Play Store atau bisa juga melalui link yang sudah Admin siapkan nantinya, 1. X-Ray Filter Photo. Aplikasi X-Ray Filter Photo sendiri adalah buatan dari developer Game Studio Flash.
DW4Y4Sc. Android Studio menyertakan berbagai alat untuk setiap tahap pengembangan, tetapi yang paling penting adalah menulis aplikasi Anda menulis kode, merancang tata letak, membuat gambar, dan tetap produktif di sepanjang prosesnya. Itulah yang akan dibahas pada bagian ini alat yang dapat membantu Anda menulis aplikasi, dan menulisnya dengan cepat. Produktivitas coding Berikut ini adalah beberapa fitur yang dapat membantu Anda lebih produktif saat melakukan coding. Pelengkapan kode Pelengkapan kode mempercepat pengembangan aplikasi dengan mengurangi kesalahan ketik dan keharusan untuk menemukan nama class, metode, dan variabel. Editor kode menyediakan pelengkapan dasar, pelengkapan cerdas, dan pelengkapan pernyataan. Pelajari Pelengkapan kode lebih lanjut. Membuat template pelengkapan kode kustom Template langsung memungkinkan Anda memasukkan cuplikan kode untuk menyisipkan dan melengkapi potongan-potongan kecil kode dengan cepat. Untuk menyisipkan template langsung, ketik singkatan template tersebut, lalu tekan tombol Tab. Android Studio akan menyisipkan cuplikan kode yang terkait dengan template tersebut ke dalam kode Anda. Misalnya, singkatan comp yang diikuti dengan Tab akan menyisipkan kode untuk fungsi composable baru. Atau, ketik loge untuk menemukan metode dan membuat log dari kode Anda. Untuk melihat daftar template langsung yang didukung dan menyesuaikannya, klik File > Settings > Editor > Live Templates Android Studio > Settings > Editor > Live Templates di macOS. Pelajari Template langsung lebih lanjut. Mendapatkan perbaikan cepat dari lint Android Studio menyediakan alat pemindaian kode yang disebut Lint untuk membantu Anda mengidentifikasi dan mengoreksi masalah kualitas struktur kode tanpa perlu mengeksekusi aplikasi atau menulis pengujian. Setiap kali Anda membuat aplikasi, Android Studio akan menjalankan Lint untuk memeriksa kemungkinan bug pada file sumber, dan mengidentifikasi peluang pengoptimalan untuk akurasi, keamanan, performa, kegunaan, aksesibilitas, dan internasionalisasi. Pelajari Lint lebih lanjut. Melihat dokumentasi dan detail resource Anda dapat menampilkan dokumentasi untuk API dengan menempatkan tanda sisipan pada nama metode/anggota/class, lalu menekan F1. Informasi juga tersedia untuk resource lainnya, seperti gambar dan tema. Misalnya, jika Anda menempatkan tanda sisipan pada nama tema di file manifes Android, lalu menekan F1, Anda dapat melihat hierarki pewarisan tema dan warna atau gambar untuk beragam atribut. Membuat file baru dengan cepat Jika Anda ingin membuat file baru, klik direktori yang diinginkan di jendela Project, lalu tekan Alt + Insert Command + N di Mac. Android Studio akan menampilkan jendela kecil yang berisi daftar jenis file yang disarankan, sesuai dengan direktori yang dipilih. Menangani resource Android Studio menyertakan fitur dan alat berikut untuk membantu Anda membuat dan mengelola file resource. Pelajari cara menambahkan resource lebih lanjut. Membuat gambar untuk semua kepadatan layar Android Studio menyertakan fitur bernama Vector Asset Studio yang akan membantu Anda membuat gambar yang mendukung setiap kepadatan layar. Anda dapat mengupload file SVG Anda sendiri untuk diedit, atau memilih salah satu dari sekian banyak ikon desain material yang disediakan oleh Google. Untuk memulai, klik File > New > Vector Asset. Pelajari Vector Asset Studio lebih lanjut. Melihat pratinjau gambar dan warna Saat mereferensikan gambar dan ikon dalam kode Anda, pratinjau gambar akan muncul di margin kiri untuk membantu Anda memverifikasi referensi gambar atau ikon tersebut. Untuk menampilkan gambar ukuran penuh, klik thumbnail di margin kiri. Atau, letakkan tanda sisipan pada referensi inline pada aset, lalu tekan F1 untuk melihat detail gambar, termasuk semua ukuran alternatifnya. Membuat tata letak baru Android Studio memungkinkan Anda melihat pratinjau tata letak composable saat menggunakan fungsi pratinjau composable. Pratinjau composable Anda muncul dalam tampilan Design file dan diperbarui secara real time saat Anda mengedit composable. Jika Anda menggunakan tata letak XML, Android Studio akan menawarkan Layout Editor untuk melihat pratinjau tata letak saat mengedit XML. Menerjemahkan string UI Alat Translations Editor memberi Anda tampilan tunggal dari semua resource yang telah diterjemahkan, sehingga memudahkan Anda mengubah atau menambahkan terjemahan, bahkan menemukan terjemahan yang terlewat tanpa membuka setiap versi file Bahkan, Anda dapat mengupload file string untuk memesan layanan penerjemahan. Untuk memulai, klik kanan pada salinan file Anda, lalu klik Open Translations Editor. Pelajari Translations Editor lebih lanjut.
Tetap teratur dengan koleksi Simpan dan kategorikan konten berdasarkan preferensi Anda. 1. Sebelum memulai Dalam codelab ini, Anda akan mempelajari cara membuat aplikasi kamera yang menggunakan CameraX untuk menampilkan jendela bidik, mengambil foto, merekam video, dan menganalisis aliran gambar dari kamera. Untuk mencapai hal ini, kami akan memperkenalkan konsep kasus penggunaan di CameraX, yang dapat Anda gunakan untuk berbagai operasi kamera, dari menampilkan jendela bidik hingga merekam video. Prasyarat Pengalaman pengembangan Android dasar. Pengetahuan tentang MediaStore akan berguna, tetapi tidak wajib. Yang akan Anda lakukan Pelajari cara menambahkan dependensi CameraX. Pelajari cara menampilkan pratinjau kamera dalam aktivitas. Kasus penggunaan Pratinjau Buat aplikasi yang dapat mengambil foto dan menyimpannya di penyimpanan. Kasus penggunaan ImageCapture Pelajari cara menganalisis frame dari kamera secara real time. Kasus penggunaan ImageAnalysis Pelajari cara merekam video ke MediaStore. Kasus penggunaan VideoCapture Yang Anda butuhkan Perangkat Android atau emulator Android Studio Android 10 dan yang lebih baru direkomendasikan Perilaku MediaStore bergantung pada ketersediaan penyimpanan yang dibatasi. Dengan Android Emulator**, sebaiknya gunakan Perangkat Virtual Android AVD yang didasarkan pada Android 11 atau yang lebih tinggi**. Perhatikan bahwa CameraX hanya memerlukan API level yang didukung minimum 21. Android Studio Arctic Fox atau yang lebih baru. Pemahaman tentang Kotlin dan Android ViewBinding 2. Membuat project Di Android Studio, buat project baru, lalu pilih Empty Activity saat diminta. Selanjutnya, beri nama aplikasi "CameraXApp", dan konfirmasi atau ubah nama paket menjadi " Pilih Kotlin untuk bahasa, lalu setel API level minimum ke 21 yang merupakan persyaratan minimum untuk CameraX. Untuk versi Android Studio yang lebih lama, pastikan Anda menyertakan dukungan artefak AndroidX. Menambahkan dependensi Gradle Buka file untuk modul dan tambahkan dependensi CameraX dependencies { def camerax_version = " implementation " implementation " implementation " implementation " implementation " implementation " } CameraX membutuhkan beberapa metode yang merupakan bagian dari Java 8, sehingga kita perlu menyetel opsi kompilasi sebagaimana mestinya. Di akhir blok android, tepat setelah buildTypes, tambahkan kode berikut compileOptions { sourceCompatibility targetCompatibility } Codelab ini menggunakan ViewBinding, jadi aktifkan dengan hal berikut di akhir blok android{} buildFeatures { viewBinding true } Saat diminta, klik Sync Now, dan kita akan siap menggunakan CameraX di aplikasi. Membuat tata letak codelab Di UI untuk codelab ini, kita menggunakan hal berikut CameraX PreviewView untuk melihat pratinjau gambar/video kamera. Tombol standar untuk mengontrol pengambilan gambar. Tombol standar untuk memulai/menghentikan perekaman video. Panduan vertikal untuk memosisikan dua tombol. Mari kita ganti tata letak default dengan kode ini untuk Membuka file tata letak activity_main di res/layout/ dan menggantinya dengan kode berikut. Mengupdate file res/values/ dengan kode berikut CameraXApp Take Photo Start Capture Stop Capture Menyiapkan Ganti kode di dengan kode berikut, tetapi jangan ubah nama paket. Hal ini mencakup pernyataan impor, variabel yang akan kita buat instance-nya, fungsi yang akan kita implementasikan, dan konstanta. onCreate telah diimplementasikan agar kita dapat memeriksa izin kamera, memulai kamera, menetapkan onClickListener untuk tombol rekam dan foto, serta mengimplementasikan cameraExecutor. Meskipun onCreate diimplementasikan untuk Anda, kamera belum akan berfungsi hingga kami mengimplementasikan metode dalam file tersebut. package import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import typealias LumaListener = luma Double -> Unit class MainActivity AppCompatActivity { private lateinit var viewBinding ActivityMainBinding private var imageCapture ImageCapture? = null private var videoCapture VideoCapture? = null private var recording Recording? = null private lateinit var cameraExecutor ExecutorService override fun onCreatesavedInstanceState Bundle? { viewBinding = setContentView // Request camera permissions if allPermissionsGranted { startCamera } else { this, REQUIRED_PERMISSIONS, REQUEST_CODE_PERMISSIONS } // Set up the listeners for take photo and video capture buttons { takePhoto } { captureVideo } cameraExecutor = } private fun takePhoto {} private fun captureVideo {} private fun startCamera {} private fun allPermissionsGranted = { baseContext, it == } override fun onDestroy { } companion object { private const val TAG = "CameraXApp" private const val FILENAME_FORMAT = "yyyy-MM-dd-HH-mm-ss-SSS" private const val REQUEST_CODE_PERMISSIONS = 10 private val REQUIRED_PERMISSIONS = mutableListOf .apply { if Menambahkan akan memastikan bahwa perangkat memiliki kamera. Menentukan .any berarti bahwa kamera dapat berupa kamera depan atau kamera belakang. Salin kode ini ke Poin-poin di bawah akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. override fun onRequestPermissionsResult requestCode Int, permissions Array, grantResults IntArray { if requestCode == REQUEST_CODE_PERMISSIONS { if allPermissionsGranted { startCamera } else { "Permissions not granted by the user.", finish } } } Periksa apakah kode permintaan sudah benar; abaikan jika sebaliknya. if requestCode == REQUEST_CODE_PERMISSIONS { } Jika izin diberikan, panggil startCamera. if allPermissionsGranted { startCamera } Jika izin tidak diberikan, tampilkan toast untuk memberi tahu pengguna bahwa izin tidak diberikan. else { "Permissions not granted by the user.", finish } Jalankan aplikasi. Kini aplikasi akan meminta izin untuk menggunakan kamera dan mikrofon 4. Mengimplementasikan kasus penggunaan Pratinjau Di aplikasi kamera, jendela bidik digunakan untuk memungkinkan pengguna melihat pratinjau foto yang akan mereka ambil. Kita akan mengimplementasikan jendela bidik menggunakan class Preview CameraX. Untuk menggunakan Preview, pertama-tama kita harus menentukan konfigurasi, yang kemudian akan digunakan untuk membuat instance kasus penggunaan. Instance yang dihasilkan adalah hal yang kita ikat ke siklus proses CameraX. Salin kode ini ke dalam fungsi startCamera. Poin-poin di bawah ini akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Buat instance ProcessCameraProvider. Instance ini digunakan untuk mengikat siklus proses kamera ke pemilik siklus proses. Tindakan ini akan meniadakan tugas membuka dan menutup kamera karena CameraX memahami siklus proses. val cameraProviderFuture = Tambahkan pemroses ke cameraProviderFuture. Tambahkan Runnable sebagai satu argumen. Kita akan mengisinya nanti. Tambahkan sebagai argumen kedua. Tindakan ini akan menampilkan Executor yang berjalan di thread utama. {}, Di Runnable, tambahkan ProcessCameraProvider. Ini digunakan untuk mengikat siklus proses kamera kita ke LifecycleOwner dalam proses aplikasi. val cameraProvider ProcessCameraProvider = Lakukan inisialisasi objek Preview, panggil build di dalamnya, dapatkan penyedia platform dari jendela bidik, lalu tetapkan pada pratinjau. val preview = .build .also { } Buat objek CameraSelector, lalu pilih DEFAULT_BACK_CAMERA. val cameraSelector = Buat blok try. Di dalam blok tersebut, pastikan tidak ada yang terikat ke cameraProvider, lalu ikat cameraSelector dan objek pratinjau kita ke cameraProvider. try { this, cameraSelector, preview } Kode ini dapat gagal dengan beberapa cara, misalnya jika aplikasi tidak lagi menjadi fokus. Gabungkan kode ini dalam blok catch untuk mencatat log jika ada kegagalan. catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } Jalankan aplikasi. Sekarang kita melihat pratinjau kamera. 5. Mengimplementasikan kasus penggunaan ImageCapture Kasus penggunaan lainnya berfungsi dengan cara yang sangat mirip dengan Preview. Pertama, kita tentukan objek konfigurasi yang digunakan untuk membuat instance objek kasus penggunaan sebenarnya. Untuk mengambil foto, Anda akan mengimplementasikan metode takePhoto, yang dipanggil saat tombol Take photo ditekan. Salin kode ini ke dalam metode takePhoto. Poin-poin di bawah ini akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. private fun takePhoto { // Get a stable reference of the modifiable image capture use case val imageCapture = imageCapture ? return // Create time stamped name and MediaStore entry. val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "image/jpeg" if > { put "Pictures/CameraX-Image" } } // Create output options object which contains file + metadata val outputOptions = .BuildercontentResolver, contentValues .build // Set up image capture listener, which is triggered after photo has // been taken outputOptions, object { override fun onErrorexc ImageCaptureException { "Photo capture failed ${ exc } override fun onImageSavedoutput val msg = "Photo capture succeeded ${ msg, msg } } } Pertama, dapatkan referensi ke kasus penggunaan ImageCapture. Jika kasus penggunaan adalah null, keluar dari fungsi. Kasus penggunaan akan null jika kita mengetuk tombol foto sebelum pengambilan gambar disiapkan. Tanpa pernyataan return, aplikasi akan error jika kasus penggunaan null. val imageCapture = imageCapture ? return Selanjutnya, buat nilai konten MediaStore untuk menyimpan gambar. Gunakan stempel waktu agar nama tampilan di MediaStore menjadi unik. val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "image/jpeg" if > { put "Pictures/CameraX-Image" } } Buat objek OutputFileOptions. Di objek ini, kita dapat menentukan hal-hal tentang bagaimana output yang kita inginkan. Kita ingin output disimpan di MediaStore sehingga aplikasi lain dapat menampilkannya, jadi tambahkan entri MediaStore. val outputOptions = .BuildercontentResolver, contentValues .build Panggil takePicture pada objek imageCapture. Teruskan outputOptions, eksekutor, dan callback saat gambar disimpan. Anda akan mengisi callback berikutnya. outputOptions, object {} Jika pengambilan gambar gagal atau pengambilan gambar gagal disimpan, tambahkan kasus error untuk mencatat log bahwa pengambilan gambar gagal. override fun onErrorexc ImageCaptureException { "Photo capture failed ${ exc } Jika pengambilan gambar tidak gagal, foto berhasil diambil. Simpan foto ke file yang kita buat sebelumnya, tampilkan toast untuk memberi tahu pengguna bahwa pengambilan gambar berhasil, lalu cetak laporan log. override fun onImageSavedoutput { val savedUri = val msg = "Photo capture succeeded $savedUri" msg, msg } Buka metode startCamera, lalu salin kode ini di bawah kode untuk melihat pratinjau. imageCapture = Terakhir, update panggilan ke bindToLifecycle di blok try untuk menyertakan kasus penggunaan baru this, cameraSelector, preview, imageCapture Metode akan terlihat seperti ini pada tahap ini private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } imageCapture = .build // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview, imageCapture } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Jalankan kembali aplikasi dan tekan Take Photo. Kita akan melihat toast yang ditampilkan di layar dan pesan di log. Melihat foto Setelah foto yang baru diambil disimpan ke MediaStore, kita dapat menggunakan aplikasi MediaStore apa pun untuk melihatnya. Misalnya, dengan aplikasi Google Foto, lakukan Mulai Google Foto . Ketuk "Galeri Foto" tidak diperlukan jika tidak login ke aplikasi Foto dengan akun Anda untuk melihat file media yang diurutkan, dan folder "CameraX-Image" milik kita. Ketuk ikon gambar untuk meninjau foto lengkap; dan ketuk tombol Lainnya di pojok kanan atas untuk melihat detail foto yang diambil. Jika hanya mencari aplikasi kamera yang sederhana untuk mengambil foto, kita sudah selesai. Semudah itu. Jika kita ingin mengimplementasikan penganalisis gambar, baca terus. 6. Mengimplementasikan kasus penggunaan ImageAnalysis Cara terbaik untuk membuat aplikasi kamera kita lebih menarik adalah menggunakan fitur ImageAnalysis. Fitur ini memungkinkan kita menentukan class kustom yang mengimplementasikan antarmuka dan yang akan dipanggil dengan frame kamera yang akan datang. Kita tidak perlu mengelola status sesi kamera atau bahkan membuang gambar; mengikat ke siklus proses yang diinginkan aplikasi kita sudah cukup, seperti dengan komponen berbasis siklus proses lainnya. Tambahkan penganalisis ini sebagai class dalam di Penganalisis mencatat log luminositas rata-rata gambar. Untuk membuat penganalisis, kita mengganti fungsi analyze di class yang mengimplementasikan antarmuka private class LuminosityAnalyzerprivate val listener LumaListener { private fun ByteArray { rewind // Rewind the buffer to zero val data = ByteArrayremaining getdata // Copy the buffer into a byte array return data // Return the byte array } override fun analyzeimage ImageProxy { val buffer = val data = val pixels = { and 0xFF } val luma = listenerluma } } Dengan class yang mengimplementasikan antarmuka yang perlu kita lakukan adalah membuat instance LuminosityAnalyzer di ImageAnalysis, mirip dengan kasus penggunaan lainnya, dan mengupdate fungsi startCamera sekali lagi, sebelum panggilan ke Di metode startCamera, tambahkan kode ini di bawah kode imageCapture. val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } Update panggilan bindToLifecycle di cameraProvider untuk menyertakan imageAnalyzer. this, cameraSelector, preview, imageCapture, imageAnalyzer Metode lengkap kini akan terlihat seperti ini private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } imageCapture = .build val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview, imageCapture, imageAnalyzer } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Jalankan aplikasi sekarang. Aplikasi akan menghasilkan pesan yang serupa dengan ini di logcat kira-kira setiap detik. D/CameraXApp Average luminosity ... 7. Mengimplementasikan kasus penggunaan VideoCapture CameraX menambahkan kasus penggunaan VideoCapture di versi dan telah melakukan peningkatan lebih lanjut sejak saat itu. Perlu diperhatikan bahwa VideoCapture API mendukung banyak fitur perekaman video, jadi agar codelab ini tetap dapat dikelola, codelab ini hanya menunjukkan perekaman video dan audio ke MediaStore. Salin kode ini ke dalam metode captureVideo kode ini mengontrol awal dan penghentian kasus penggunaan VideoCapture. Poin-poin di bawah ini akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. // Implements VideoCapture use case, including start and stop capturing. private fun captureVideo { val videoCapture = ? return = false val curRecording = recording if curRecording != null { // Stop the current recording session. recording = null return } // create and start a new recording session val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "video/mp4" if > { put "Movies/CameraX-Video" } } val mediaStoreOutputOptions = MediaStoreOutputOptions .BuildercontentResolver, .setContentValuescontentValues .build recording = .prepareRecordingthis, mediaStoreOutputOptions .apply { if MainActivity, == { withAudioEnabled } } .start { recordEvent -> whenrecordEvent { is -> { { text = getString isEnabled = true } } is -> { if ! { val msg = "Video capture succeeded " + "${ msg, .show msg } else { recording?.close recording = null "Video capture ends with error " + "${ } { text = getString isEnabled = true } } } } } Periksa apakah kasus penggunaan VideoCapture telah dibuat jika tidak, jangan lakukan apa pun. val videoCapture = videoCapture ? return Nonaktifkan UI hingga tindakan permintaan diselesaikan oleh CameraX; UI akan diaktifkan kembali di dalam VideoRecordListener yang terdaftar pada langkah berikutnya. = false Jika ada perekaman aktif yang sedang berlangsung, hentikan dan lepaskan recording saat ini. Kita akan diberi tahu saat file video yang direkam siap digunakan oleh aplikasi kita. val curRecording = recording if curRecording != null { recording = null return } Untuk mulai merekam, kita membuat sesi perekaman baru. Pertama, kita membuat objek konten video MediaStore yang diinginkan, dengan stempel waktu sistem sebagai nama tampilan sehingga kita dapat merekam beberapa video. val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "video/mp4" if > { put "Movies/CameraX-Video" } } Buat dengan opsi konten eksternal. val mediaStoreOutputOptions = MediaStoreOutputOptions .BuildercontentResolver, Tetapkan contentValues video yang dibuat ke dan build instance MediaStoreOutputOptions kita. .setContentValuescontentValues .build Konfigurasikan opsi output ke Recorder dari VideoCapture dan aktifkan rekaman audio videoCapture .output .prepareRecordingthis, mediaStoreOutputOptions .withAudioEnabled Aktifkan Audio di rekaman ini. .apply { if MainActivity, == { withAudioEnabled } } Mulai rekaman baru ini, dan daftarkan pemroses VideoRecordEvent lambda. .start { recordEvent -> //lambda event listener } Saat perekaman permintaan dimulai oleh perangkat kamera, alihkan teks tombol "Start Capture" ke "Stop Capture". is -> { { text = getString isEnabled = true } } Setelah perekaman aktif selesai, beri tahu pengguna dengan toast, dan alihkan tombol "Stop Capture" kembali ke "Start Capture", serta aktifkan kembali is -> { if ! { val msg = "Video capture succeeded " + "${ msg, .show msg } else { recording?.close recording = null "Video capture succeeded " + "${ } { text = getString isEnabled = true } } Di startCamera, tempatkan kode berikut setelah baris pembuatan preview. Tindakan ini akan membuat kasus penggunaan VideoCapture. val recorder = .setQualitySelector .build videoCapture = Opsional juga di dalam startCamera, nonaktifkan kasus penggunaan imageCapture dan imageAnalyzer dengan menghapus atau menjadikan kode berikut sebagai komentar /* comment out ImageCapture and ImageAnalyzer use cases imageCapture = val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } */ Ikat kasus penggunaan Preview + VideoCapture ke kamera siklus proses. Masih di dalam startCamera, ganti panggilan dengan kode berikut // Bind use cases to camera cameraSelector, preview, videoCapture Pada tahap ini, startCamera akan terlihat seperti ini val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } val recorder = .setQualitySelector .build videoCapture = /* imageCapture = val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } */ // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera cameraProvider .bindToLifecyclethis, cameraSelector, preview, videoCapture } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Build dan jalankan. Kita akan melihat UI yang sudah dikenal dari langkah sebelumnya. Rekam beberapa klip Tekan tombol "START CAPTURE". Perhatikan bahwa teks akan berubah menjadi "STOP CAPTURE". Rekam video selama beberapa detik/menit. Tekan tombol "STOP CAPTURE" tombol yang sama untuk memulai pengambilan gambar. Melihat video sama seperti melihat file gambar tangkapan Kita akan menggunakan aplikasi Google Foto untuk meninjau video yang direkam Mulai Google Foto . Ketuk "Galeri Foto" untuk melihat file media yang diurutkan. Ketuk ikon folder "CameraX-Video" untuk melihat daftar klip video yang tersedia. Ketuk ikon untuk memutar klip video yang baru saja direkam. Setelah pemutaran selesai, ketuk tombol Lainnya di pojok kanan atas untuk memeriksa detail klip. Hanya itu yang kita perlukan untuk merekam video. Namun, VideoCapture CameraX menawarkan banyak fitur lain, termasuk menjeda/melanjutkan perekaman. merekam ke File atau FileDescriptor. dan lainnya. Untuk petunjuk cara menggunakannya, lihat dokumentasi resmi. 8. Opsional Menggabungkan VideoCapture dengan kasus penggunaan lainnya Langkah VideoCapture sebelumnya menunjukkan kombinasi Preview dan VideoCapture yang didukung di semua perangkat seperti yang didokumentasikan dalam tabel kemampuan perangkat. Pada langkah ini, kita akan menambahkan kasus penggunaan ImageCapture ke kombinasi VideoCapture + Preview yang ada untuk menunjukkan Preview + ImageCapture + VideoCapture. Dengan kode yang ada dari langkah sebelumnya, hapus tanda komentar dan aktifkan pembuatan imageCapture di startCamera imageCapture = Tambahkan FallbackStrategy ke pembuatan QualitySelector yang ada. CameraX dapat mengambil resolusi yang didukung jika yang diperlukan tidak didukung dengan kasus penggunaan imageCapture. .setQualitySelector Selain itu, di startCamera, ikat kasus penggunaan imageCapture dengan pratinjau dan kasus penggunaan videoCapture yang ada catatan jangan mengikat imageAnalyzer, karena kombinasi preview + imageCapture + videoCapture + imageAnalysis tidak didukung this, cameraSelector, preview, imageCapture, videoCapture Sekarang fungsi startCamera akhir akan terlihat seperti ini private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } val recorder = .setQualitySelector .build videoCapture = imageCapture = /* val imageAnalyzer = .also { setAnalyzer cameraExecutor, LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } */ // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview, imageCapture, videoCapture } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Build dan jalankan. Kita akan melihat UI yang sudah dikenal dari langkah sebelumnya. Namun, kali ini tombol "Take Photo" dan "Start Capture" berfungsi. Lakukan perekaman Ketuk tombol "START CAPTURE" untuk mulai merekam. Ketuk "TAKE PHOTO" untuk mengambil gambar. Tunggu hingga pengambilan gambar selesai kita akan melihat toast seperti yang kita lihat sebelumnya. Ketuk tombol "STOP CAPTURE" untuk berhenti merekam. Kita sedang melakukan pengambilan gambar saat pratinjau dan perekaman video sedang berlangsung. Lihat file gambar dan video yang diambil seperti yang kami lakukan di aplikasi Google Foto dari langkah sebelumnya. Kali ini, kita akan melihat dua foto dan dua klip video. Opsional Ganti imageCapture dengan ImageAnalyzer kasus penggunaan pada langkah-langkah di atas langkah 1 hingga langkah 4 kita akan menggunakan kombinasi Preview + ImageAnalysis +VideoCapture Perhatikan lagi bahwa kombinasi Preview +Analysis +ImageCapture +VideoCapture mungkin tidak didukung meskipun dengan perangkat kamera LEVEL_3. 9. Selamat! Anda telah berhasil menerapkan hal berikut ke aplikasi Android baru dari awal Menyertakan dependensi CameraX ke dalam project baru. Menampilkan jendela bidik kamera menggunakan kasus penggunaan Preview. Menerapkan pengambilan foto dan menyimpan gambar ke penyimpanan menggunakan kasus penggunaan ImageCapture. Mengimplementasikan analisis frame dari kamera secara real time menggunakan kasus penggunaan ImageAnalysis. Mengimplementasikan perekaman video dengan kasus penggunaan VideoCapture. Jika Anda tertarik untuk membaca lebih lanjut tentang CameraX dan berbagai hal yang dapat Anda lakukan dengan CameraX, lihat dokumentasi atau clone contoh resmi. Kecuali dinyatakan lain, konten di halaman ini dilisensikan berdasarkan Lisensi Creative Commons Attribution sedangkan contoh kode dilisensikan berdasarkan Lisensi Apache Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Kebijakan Situs Google Developers. Java adalah merek dagang terdaftar dari Oracle dan/atau afiliasinya.
Android Studio adalah sebuah lingkungan pengembangan terintegrasi Integrated Development Environment yang digunakan untuk membuat aplikasi Android. Dalam artikel ini, Anda akan belajar cara membuat aplikasi kamera di Android Studio dengan mudah dan cepat. 1. Persiapan Sebelum memulai, pastikan Anda sudah mengunduh dan menginstal Android Studio di komputer Anda. Selain itu, pastikan juga Anda memiliki pemahaman dasar tentang bahasa pemrograman Java dan XML. 2. Membuat Proyek Baru Setelah Anda membuka Android Studio, klik tombol Start a new Android Studio project’ atau pilih File > New > New Project. Kemudian, atur konfigurasi proyek sesuai keinginan Anda. 3. Mengatur Layout Setelah membuat proyek baru, Anda akan melihat tampilan Layout Editor. Di sinilah Anda dapat mengatur tata letak aplikasi kamera Anda. Anda dapat menambahkan button, text view, dan lain-lain. 4. Menambahkan Kode Selanjutnya, Anda dapat menambahkan kode untuk mengaktifkan kamera. Anda dapat menggunakan intent untuk mengaktifkan aplikasi kamera default di perangkat atau Anda juga dapat membuat kamera khusus untuk aplikasi Anda. Berikut contoh kode untuk membuka kamera default private void openCamera {Intent intent = new Intent REQUEST_IMAGE_CAPTURE; } 5. Mendapatkan Hasil Terakhir, Anda dapat mengambil hasil dari kamera dan menampilkannya di aplikasi. Berikut contoh kode untuk mengambil dan menampilkan gambar yang diambil dari kamera Override protected void onActivityResultint requestCode, int resultCode, Intent data {if requestCode == REQUEST_IMAGE_CAPTURE && resultCode == RESULT_OK {Bundle extras = imageBitmap = Bitmap } Kesimpulan Dalam artikel ini, Anda telah belajar cara membuat aplikasi kamera di Android Studio dengan mudah dan cepat. Mulailah dengan mempersiapkan diri dan mengatur proyek baru. Kemudian, atur tata letak dan tambahkan kode untuk mengaktifkan kamera dan menampilkan hasilnya. Sekarang, Anda siap untuk membuat aplikasi kamera Anda sendiri! Related video of Cara Membuat Aplikasi Kamera di Android Studio
cara membuat aplikasi kamera android studio